12 Jan 2012

Sebuah Postingan Bagus yang begitu 'sesuatu banget' untuk siapa saja...

21 Nov 2011

Pilihan Untuk Menjadi Berbeda

Berbeda bisa saja dalam bentuk luar, seperti cara berpakaian dan bisa saja dari dalam seperti cara berpikiran dan cara pandang. Cara melihat sesuatu sebagai pelaku, atau sebagai korban. Pilihan untuk mempertanyakan sesuatu kepada penguasa dibutuhkan keberanian, dengan konsekuensi yang bisa saja baik atau buruk. Penguasa yang baik, ketika di kritisi akan senang dan mencoba mencari pemecahan agar 'hal yang menjadi pertanyaan' bisa terjawab dan bisa menjadi solusi bagi kedua belah pihak. Perlu diketahui pemimpin kalau solusi bukan berarti dia harus memberikan 'jawaban apa yang di inginkan' si pihak pengkritik. Namun lebih terhadap cara pimpinan untuk membuat pihak yang bertanya merasa kalau pimpinan juga punya itikad baik untuk memecahkan persoalan yang sedang mereka hadapi. Alih-alih membuat si pingkritik merasa di intimidasi dengan cara disalahkan dengan hal yang ditanyakannya atau mengatakan bahwa itu bukan sifat si pemimpin untuk membahas yang menurut dia 'kotor' sehingga si pengkritik harus tau diri dan mencari solusi sendiri.

Pemimpin bagi saya adalah orang yang menerima ketika kebijakannya dipertanyakan dan ketika ada hal yang berseberangan dengan caranya akan mencoba merangkul pihak yang berlawanan dengan nya untuk mencari solusi. Bukan malah mengacuhkan, mendiamkan, menjelek-jelekkan bawahan atau pihak pengkritik di depan orang lain atau didepan teman-temannya.

Pimpinan bagi saya adalah menerima kenyataan kalau di juga tidak sempurna, bahkan kadang-kadang keputusan yang dia buat bisa salah.

Pemimpin bagi saya adalah ketika dia tidak sejalan dengan pemimpin lain tidak akan menghasut bawahannya untuk juga mengikuti cara pikirnya, atau bahkan juga sengaja menghasut bawahannya untuk membenci orang yang tidak disukainya.

Pemimpin adalah ketika seorang staf mengatakan ingin kuliah di kampus terbaik bukan malah menyuruhnya untuk kuliah di kampus 'yang baik' karena meragukan akan kemampuan bawahannya untuk mengejar materi perkuliahan.

Pemimpin yang baik bukanlah orang yang memuji habis-habisan kinerja pagawainya ketika dia 'suka' namun menghempaskan bawahannya ketika sudah tidak sejalan.

Pilihan untuk mengkritisi keadaan demi merubahnya bisa jadi berakhir baik atau buruk. Perlu diketahui pilihan untuk mengatakan yang sesungguhnya bisa berakhir dengan konsekuensi difitnah, dijelek-jelekan, dimusuhi, disingkirkan, dan ditekan.

Saya percaya konsep integritas. Apa yang Anda katakan itu yang Anda lakukan. Begitu juga dengan bekerja. Bekerja adalah integritas plus kemampuan yang sesuai dengan tanggungjawab yang Anda emban dan kejujuran. Ketika suatu hal yang terjadi sudah tidak sejalan dengan nilai yang saya anut dan saya tidak mempunyai kemampuan untuk mengubahnya maka bukankan sebaiknya saya menjauh darinya?

29 Jul 2011

27 May 2011

Mempraktekkan The Secret

The Secret mengajarkan tentang hukum tarik menarik dan bagaimana pikiran kita akan terefleksikan dalam kejadian nyata. Hukum tarik menarik ini, the law of attraction, tidak akan menyaring hal yang baik atau yang buruk, dia hanya akan mewujudkan apa yang kita pikirkan. Ketika berfikir 'saya tidak akan bangun kesiangan' maka yang terjadi adalah anda akan bangun kesiangan. The Secret mengajarkan bagaimana kita mengubah ketakutan kita yang bernada negatif menjadi sebuah komando positif didalam pikiran kita. Alih-alih berfikir 'saya tidak akan bangun kesiangan' maka berfikirlah dengan 'saya akan bangun lebih pagi'. Maka dunia akan memenuhi apa yang anda pikirkan dan harapkan.

Saya orang yang baru tercerahkan dengan The Secret. Mencoba-coba bermain dengan hal ini sehari yang lalu. Dalam mengurus surat keterangan status pegawai saya akan berfikir 'ah, jangan-jangan orangnya tidak ada' maka kemarin setelah bangun tidur 'akan ada yang membantu saya membuat surat ini dan mereka akan ramah' hahahaha, karena saya cukup trauma dengan kejutekan ibu-ibu dilingkungan tempat saya bekerja. Btw, hasilnya seperti yang saya inginkan. Bagaimana dengan mudahnya surat yang saya inginkan selesai dalam 15 menit dengan tanda tangan semua pejabat sudah lengkap. Ok, akan saya coba lagi. Saya ingin mengembalikan suatu berkas. Lagi-lagi sebelumnya saya akan berfikir, 'wah bakalan lama nih', namun alih-alih saya berfikir 'ok, cepat laksanakan, orangnya pasti ada' and you know what? Pas ketika saya saya akan mengembalikan berkas saya bertemu dengan staf yang akan saya serahi berkas. Beda beberapa detik akan sangat berbeda.

Wah-wah, ini permainan menarik. Saya akan mencoba mengunakannya unutk sesuatu yang lebih besar..

Satu hal yang menarik ketika saya membaca halaman 123 The Secret. Nyata-nyata buku yang ditulis oleh seorang non-muslim ini mengajarkan apa yang ditulis oleh Allah di kitabnya. Tentang sedekah. Bagaimana hubungan antara memberi (bukan berkorban) ketika dalam keadaan susah akan sangat membantu. Ada horizon yang lebih tinggi dari hanya sebuah kegilaan. Bagaimana mungkin orang yang sudah jatuh miskin masih dianjurkan memberi? Nah, ada satu poin yang lebih tinggi yang tidak bisa diterima semua orang. Yaitu tentang keyakinan. Ketika seseorang yakin ada kekuatan yang lebih tinggi darinya maka hukum tarik menarik akan berlaku padanya. Ketika dia yakin dia terselamatkan atau ketika dia berharap keluar dari kesulitannya. Maka itu yang akan terjadi padanya. Yakin akan terbayarkan berarti yakin akan kekuatan besar yang ada diatasnya.

Maka memberilah.

Poin lain yang juga mengesankan adalah ketika saya biasanya berusaha untuk mendapatkan, bukan berusaha unutk menerima apa yang saya inginkan. Jadi apabila selama ini saya berusaha dan takut akan hasilnya. Artinya saya berusaha namun ragu dengan apa yang saya lakukan, maka semestinya saya merubah cara berfikir saya. Ketika saya berusaha maka saya akan yakin dengan apa yang saya usahakan, itu artinya saya akan siap dengan keberhasilan saya. Tidak peduli bagaimana proses berhasil itu datang.

Siang ini saya mendiskusikan hukum tarik menarik ini dengan teman-teman. Menarik melihat antusiasme mereka, mendengar pengalaman dan feedback dari masing-masing orang. Saya tidak sabar menunggu melihat akan menjadi apa saya dan teman-teman dalam beberapa tahun kedepan.

There is no secret ingredient. It's just YOU.

18 May 2011

Long time no see,

Sudah dua bulan tidak menulis di blog ini jadi agak kaku untuk menulis. Banyak hal yang berubah, seorang teman saya sudah beranjak menempuh pendidikan s2, yang satunya lagi akan berangkat kuliah master ke australia. Salah seorang yang saya kenal sedang berada di Jerman juga untuk menempuh s2 nya. Saya iri, melihat meraka berada ditempat yang saya impikan. Sudah, sudah saya tidak boleh menyerah. Masih muda. hehe

Banyak yang ingin saya bagi, kapan ada waktu saya akan update tulisan ini.

22 Mar 2011

APES JUGA

Tanggal 19 Maret minggu lalu saya baru saja kehilangan handphone. Sepulang dari les di Goethe saya beserta dua orang teman pulang naik metromini P20. Didalam ternyata sudah ada beberapa pemuda yang duduk menyebar, sepertinya mereka saling kenal namun saya tidak menaruh kecuriaan apapun. Saya mengira meraka mungkin tukang bangunan yang biasa bergerombol kemana-mana.

Terlena dengan keadaan dan juga merasa aman saya santai saja mengeluarkan handphone dari tas. Menbalas sms, mengirim sms. Ternyata saya sudah diawasi sejak awal (mungkin). Sampai di termila Lebak Bulus saya berniat turun untuk berganti angkot ke Ciputat. Dua teman sudah turun duluan, namun heran ketika akan turun badan saya dihalangi oleh tangan seseorang, mangatakan jangan turun dulu karena banyak motor lalu lalang. Saya yang membawa tas ransel memindahkan posisi tas kedepan, sedangkan handphone saya taruh di kantong bagian depan tas. Disini mungkin kesalahannya. Ketika saya dihalangi untuk turun sebelah tangan saya memegang pintu. Bisa jadi mereka leluasa menggerayangi tas saya :( saya baru menyadari ketika sudah berada didalam terminal. Ketika mencoba menguhubungi handphone saya sudah tidak aktif.

Sayang sekali dengan nomor-nomor dan sms-sms penting. Tapi ya tidak apa-apa. Mungkin handphone saya hilang untuk membersihkan rejeki yang bukan hak saya..

15 Mar 2011



Seminggu yang lalu ketika saya menjadi ‘pagar ayu’, ya saya punya tugas lain selain jadi staf keuangan dan asdos untuk membagikan honor karyawan di kantor saya. Pembagina honor yang masih manual, yaitu menghitung dan memasukkan uang ke amplop-amplop dimulai dari pagi. Hingga akhirnya uang bias dibagikan siang setelah istirahat.

Pada saat itu ada dua orang karyawan yang komplai karena uang yang berhar mereka terima di amplop kurang. Mau tidak mau saya dan teman harus bertanggungjawab dengan kurangan uang tersebut. Lumayan juga kan kalau kurangnya tiga ratus ribu. Sementara itu kami berfikir uang yang kurang di amplp kedua karyawan tersebut bias jadi ada di amplop karyawan yang lain. Saya dan teman pasrah saja, bisa jadi kelebihan uang akan dikembalikan atau tidak.

Nah, ada kejadian unik ketika seorang karyawan berkomentar ‘tidak mungkin ada orang yang mau mengambalikan kelebihan honor, ini kan jaman susah. Cari uang sulit. Pasti ga ada yang ngembaliin’. Tapi teman Allah MAha Penggerak Hati, disaat itu juga Tuhan membuktikan sebaliknya. Ada seorang ibu yang keringatan setelah naik tangga mengembalikan uang sebesar tiga ratus ribu. Langsung disaksikan si bapak sinis itu.

Dalah hati saya terkejut, dalam hati saya tertawa. Tapi memang siapa kita bisa menghakimi? Saya pikir inilah hasil dari berbaik sangka.

Tuhan telah memperlihatkan di depan mata saya. Orang jujur masih ada.